Minggu, 04 November 2012

Sejarah Keperawatan Dunia Dan Indonesia



Keperawatan lahir sejak naluriah keperawatan lahir bersamaan dengan penciptaan manusia perkembangan keperawatan dipengaruhi dengan semakin maju peradaban manusia maka semakin berkembang keperawatan. Perkembangan dipengaruhi oleh :
Perawatan dan pengobatan zaman purba.

Orang-orang pada zaman dahulu hidup dalam keadaan primitive. Namun demikian mereka sudah mampu sedikit pengetahuan dan kecakapan dalam merawat atau mengobati. Pekerjaan “merawat” dikerjakan berdasarkan naluri (instink) à naluri binatang à “mother instinct” (naluri keibuan) yang merupakan suatu naluri dalam yang bersendi pada pemeliharaan jenis (melindungi anak, merawat orang lemah. Perawatan dan pengobatan secara praktis telah dilakukan oleh orang-orang primitive, misalnya : Merawat dan mengobati luka-luka, Menurunkan panas dengan memberikan air minum yang banyak atau perawatannya dengan menggunakan air (kompres),  Membuka absoes dengan menggunakan batu-batu tajam, Menhentikan pendarahan dengan menggunakan batu-batu panas, Pemakaian tumbuh-tumbuhan sebagai pengobatan penyakit

Sejarah Keperawatan Dunia
Kegiatan pelayanan keperawatan berkualiatas telah dimulai sejak seorang perawat muslim pertama yaitu Siti Rufaidah pada jaman Nabi Muhammad S.A.W, yang selalu berusaha memberikan pelayanan terbaiknya bagi yang membutuhkan tanpa membedakan apakah kliennya kaya atau miskin. Ada pula yang mengenal sebagai Rufaidah binti Sa’ad/Rufaidah Al-Asalmiya dimana dalam beberapa catatan publikasi menyebutkan Rufaidah Al-Asalmiya, yang memulai praktek keperawatan dimasa Nabi Muhammad SAW adalah perawat pertama muslim (Kasule, 2003; Mansour & Fikry, 1987). Sementara sejarah perawat di Eropa dan Amerika mengenal Florence Nightingale sebagai pelopor keperawatan modern, Negara di timur tengah memberikan status ini kepada Rufaidah, seorang perawat muslim (Jan, 1996). Talenta perjuangan dan kepahlawanan Rufaidah secara verbal diteruskan turun temurun dari generasi ke generasi di perawat Islam khususnya di Arab Saudi dan diteruskan ke generasi modern perawat di Saudi dan Timur Tengah 2) (Miller Rosser, 2006)

Selama ini pula perawat Indonesia khususnya lebih mengenal Florence Nightingale sebagai tokoh keperawatan, yang mungkin saja lebih dikarenakan konsep keperawatan modern yang mengadopsi litelature barat.

Florence Nightingale (12 Mei 1820-13 Agustus 1910) adalah pelopor perawat modern, penulis dan ahli statistik. Ia dikenal dengan nama Bidadari Berlampu (bahasa inggris The Lady With The Lamp) atas jasanya yang tanpa kenal takut mengumpulkan korban perang pada perang krimea, di semenanjung krimea, Rusia

Florence Nightingale menghidupkan kembali konsep penjagaan kebersihan rumah sakit dan kiat-kiat juru rawat. Ia memberikan penekanan kepada pemerhatian teliti terhadap keperluan pasien dan penyusunan laporan mendetil menggunakan statistik sebagai argumentasi perubahan ke arah yang lebih baik pada bidang keperawatan di hadapan pemerintahan Inggris.

Florence dilahirkan dalam keluarga berada dan tumbuh sebagai wanita yang menawan dan periang yang mempunyai masa depan yang cerah. Bagaimanapun penderitaan yang dilihatnya semasa peperangan di semenanjung Krim di Rusia tahun 1858, menyebabkan hati Florence Nightingale tersentuh melihat penderitaan tentara yang luka dan dibiarkan saja dalam rumah sakit yang kotor.. Florence Nightingale dikenal sebagai perawat dan teoris pertama yang memiliki body of knowledge keperawatan. Nigtingale menekankan fokus intervensi keperawatan adalah membuat lingkungan yang kondusif bagi manusia untuk hidup sehat. Sebagian besar dari pemikiran Nightingale masih relevan dengan pendidikan keperawatan di Indonesia pada masa sekarang maupun yang akan datang.
Keperawatan lahir sejak naluriah keperawatan lahir bersamaan dengan penciptaan manusia perkembangan keperawatan dipengaruhi dengan semakin maju peradaban manusia maka semakin berkembang keperawatan

Perkembangan dipengaruhi oleh perawatan dan pengobatan zaman purba
Orang-orang pada zaman dahulu hidup dalam keadaan primitive. Namun demikian mereka sudah mampu sedikit pengetahuan dan kecakapan dalam merawat atau mengobati. Orang ahli tersebut kemudiajn disebut ahli obat-obatan = dukun dalam pengobatannya dukun antara lain memperhatikan aturan-aturan sebagai berikut :
Suatu kepercayaan yang menganjurkan bahwa alam sendiri memberikan petunjuk-petunjuk tentang obat yang akan dipakai misalnya Luka yang berdarah di beri balutan atau kain yang berwarna merah/daun merah. Apabila sakit kuning di beri obat minum dari akar-akaran atau kulit tumbuhan berwarna kuning.
Suatu ajaran yang mempercayai akan adanya kekeuatanm daya pemindahan. Misal : Pada waktu seorang wanita akan melahirkan, diberi air rendaman daun dan membuka lebar-lebar semua pintu.

Perawatan pada beberapa bangsa dan Negara.

Mesir
Bangsa mesir pada zaman purba telah menyembah banyak dewa. Dewa yang terkenal antara lain Isis. Mereka beranggapan bahwa dewa ini menaruh minat terhadap orang sakit dan memberikan pertolongan pada waktu si sakit sedang tidur. Didirikanlah kuil yang merupakan rumah sakit pertama di mesir
Ketabiban. Ilmu ketabiban terutama ilmu bedah telah dikenal oleh bangsa mesir zaman purba (± 4800 SM). Dalam menjalankan tugasnya sebagai tabib ia menggunakan bidai (spalk) , alat alat pembalut , ia mempunyai pengetahuan  tentang  anatomi  Hygien  umum  serta  tentang  obat-obatan. Didalam buku - buku  tertulis  dalam  kitab  Papyrus  didalamnya  memuat kurang  lebih  700 macam resep obat-obatan dari Mesir

Babylon dan syiria
Ilmu pengetahuan tentang anatomi dan obat-obat  ramuan  telah diketahui  oleh  bangsa  Babylon sejak beberapa abad SM. Pada salah satutulisan yang menyatakan bahwa pada 680 SM  orang telah mengetahuicara menahan darah yang keluar dari hidung dan merawat jerawat pada muka. Bangsa Babylon menyembah dewa oleh karena itu perawatan ataupengobatan berdasarkan kepercayaan tersebut. 

Yahudi kuno
Ilmu pengetahuan bangsa Yahudi banyak di peroleh dari bangsaMesir. Misalnya : cara - cara   memberi pengobatan  orang  yang  terkenal adalah  Musa. Ia  juga  dikenal  sebagai  seorang  ahli hygiene. Dibawah pimpinannya  bangsa  Yahgudi  memajukan  minatnya  yang  besar terhadap kebersihan  umum  dan  kebersihan  diri.

Undang -undang  kesehatan bangsa Yahudi  menjadi  dasar  bagi  hygiene modern dimana cara-cara dan peraturannya sesuai dengan bakteriologizaman sekarang, misalnya :
·                     Pemeriksaan dan peminilah bahan makanan yang akan dimakan
·                     Mengadakan cara pembuangan kotoran manusia
·                     Pelarangan makan daging babi karena dapat menimbulkansuatu penyakit
·                     Memberitahukan kepada yang berwajib bila ada penyakityang berbahaya, sehingga dapat diambil tindakan

India
Bangsa India (Hindu)  di  zaman  purba  telah  memeluk  agama Brahmana,  disamping  memuja dan meminta pertolongan kepada dewa(dikuil) untuk menyembuhkan orang sakit. Di India telah  terdapat  RS khususnya  di  Utara  saat  pemerintahan  Rasa  Asoka, ± 8 RS dimanasebagian kemudian dijadikan sekolah-sekolah pengobatan dan perawatan

Tiongkok
Bangsa Tiongkok telah mengenal penyakit kelamin diantaranyagonorhoea dan syphilis. Pencacaran juga telah dilakukan sejak 1000 SM ilmu  urut  dan  psikoterapi.  Orang-orang  yang  terkenal  dalam ketabiban :
·      Seng Lung
Dikenal sebagai "Bapak Pengobatan, yang ahli penyakit dalam dan telah menggunakan obat obat dari tumbuh-tumbuhandan mineral (garam-garaman).  Semboyannya  yang  terkenal  adalah  Lihat, Dengar,  Tanya, Rasa.

·      Chang Chung Ching ± 200 Sm telah mengerjakan lavementdengan menggunakan bamboo.

Sejarah perkembangan keperawatan di Indonesia
Perkembangan keperawatan di Indonesia dipengaruhi oleh kondisisocial dan ekonomi yaitu penjajahan pemerintahan colonial Belanda,Inggris dan Jepang serta situasi pemerintahan Indonesia setelah Indonesiamerdeka dibedakan atas :

Masa sebelum kemerdekaan
Masa penjajahan belanda I. Pada masa ini perawat berasal daripenduduk pribumi yang disebut VELPLEGEK dengan sebutan ziekenoppaser sebagai penjaga rumah sakit. usaha pemerintahan Belandadibidang kesehatan adalah :

·           Mendirikan rumah sakit I Binnen Hospital di Jakarta padatahun 1799
·           Mendirikan rumah sakit II Butten Hospital
·           Membentuk dinas kesehatan tentara (military gezond herdsdients)
·           Membentu Dinas Kesehatan Rakyat (Burgerlijke gezandherdsdienst)

Zaman penjajahan Inggris, Gubernur jendral Rafles sangat memperhatikan  rakyat  semboyan : Kesehatan adalah milik manusia.Usaha-usahanya dibidang kesehatan :
·           Pencacaran secara umum
·           Membenahi cara perawatan pasien dengan gangguan jiwa
·           Memperhatikan kesehatan pada para tawanan
Zaman penjajahan Jepang menyebabkan  perkembangan keperawatan  mengalami  kemunduran  yang  juga  merupakan  zaman kegelapan  dunia  keperawatan di Indonesia. Kemunduran-kemunduran initerlihat pada pekerjaan perawat dikerjakan oleh orang-orang  yang tidak terdidik,  Pimpinan RS diambil alih oleh orang-orang jepang, Obat-obatan sangat  kurang.  Wabah  penyakit  terjadi di mana-mana.

Zaman kemerdekaan
Usaha-usaha  dibidang  kesehatan  tahun 1949 mulai dibangun rumah sakit  dan  balai  kesehatan. Tahun 1952 mulai didirikan sekolahperawat yaitu sekolah guru perawat dan sekolah pperawat setingkat SLTP tahun 1962 mulai didirikan pendidikan keperawatan professional.

Tahun 1962-sekarang
Keperawatan mulai berkembang dengan pesat. Tahun  1962  mulai  banyak  berdiri  akademi  keperawatan (AKPER) tahun1985 program  studi ilmu keperawatan (PSIK) diselenggarakan oleh fakultas kedokteran universitas Indonesia lulusan I tahun 1988.Dampaknya ialah meningkatkan  pelayanan keperawatan, pendekatan proses keperawatan dan meningkatkan peran dan fungsi perawat.
Keperawatan penyakit jiwa di IndonesiaTahun 1800 pasien jiwa sudah dikumpulkan di bangsal-bangsal dan perawatannya bersifat penjagaan. RS jiwa didirikan pertama kali tahun 1875 di Cilandak Bogor dnegan kapasitas 400 orang. Rumah sakit jiwa kedua di Lawang tahun 1894 dengan kapasitas 3300 pasien. Rumah sakit jiwa ketiga RSJ Prof. Dr. Soeroyo di magelang tahun 1923 dengan kapasitas 1400 pasien.

Pendidikan keperawatan jiwa baru dibuka bulan September 1940 di bogor dengan kursus. Saat ini perawatan jiwa diselenggarakan secara modern. Dibangsal-  bangsal, pengobatan dengan shock terapi, menggunakan obat-obat tidur dnegan musik, olah raga dan rekreasi.

Konteks keperawatan sendiri banyak dipengaruhi oleh sejarah keperawatan dalam Islam, budaya dan kepercayaan di Arab keyakinan akan kesehatan dari sudut pandang Islam (Islamic health belief) dan nilai-nilai profesi yang diperoleh dari pendidikan keperawatan. Tidak seperti pandangan keperawatan di Negara barat, keyakinan akan spiritual Islam tercermin dalam budaya mereka.

Di Indonesia mungkin hal serupa juga terjadi tinggal bagaimana keperawatan dan islam berkembang sejalan dalam harmoni percepatan tuntutan asuhan keperawatan, kompleksitas penyakit, perkembangan teknologi kesehatan dan informatika kesehatan agar tetap mengenang dan menteladani sejarah perkembangan keperawatan dimulai oleh Rufaidah binti Sa'ad.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar