Sabtu, 07 April 2012

Abses


Abses adalah lubang yang terisi nanah dalam jaringan. Abses adalah lesi yang sulit untuk diatasi oleh tubuh karena kecenderungannya untuk meluas dengan pencairan, kecenderungannya untuk membentuk lubang dan resistensinya terhadap penyembuhan. Jika terbentuk abses, maka obat-obatan seperti antibiotik dalam darah sulit masuk ke dalam abses. Umumnya penanganan abses oleh tubuh sangat dibantu oleh pengosongannya secara pembedahan, sehingga memungkinkan ruang yang sebelumnya berisi nanah mengecil dan sembuh. Jika abses tidak dikosongkan secara pembedahan oleh ahli bedah, maka abses cenderung untuk meluas, merusak struktur lain yang dilalui oleh abses tersebut.

PENYEBAB

Abses kulit bisa terjadi setelah suatu infeksi, biasanya infeksi oleh stafilokokus (paling sering Staphylococcus aureus). Abses kulit juga bisa terjadi setelah suatu luka ringan, cedera atau sebagai komplikasi dari folikulitis atau bisul. Abses kulit bisa timbul di setiap bagian tubuh dan menyerang berbagai usia. Abses kulit bisa menyumbat dan mengganggu fungsi jaringan di bawahnya. Infeksi bisa menyebar, baik secara lokal maupun sistemik. Penyebaran infeksi melalui aliran darah bisa menyebabkan komplikasi yang berat. 

Penyembuhan Abses

Abses kecil dapat diatasi dengan menerapkan kompres hangat ke bagian tersebut beberapa kali sehari. Hal ini terkadang dapat membantu pengeringan abses secara spontan. Tujuan pengobatan adalah untuk mengobati infeksi. Dokter dapat memotong dan mengeringkan abses untuk membersihkan bagian itu dan mengendalikan infeksi. Antibiotik diberikan untuk mengendalikan infeksi. 

Panas (seperti kompres hangat) dapat mempercepat penyembuhan, mengurangi peradangan, dan membuat bagian terluka terasa lebih baik. Angkat bagian yang terinfeksi untuk mengurangi pembengkakan dan peradangan. Kebanyakan abses kulit dapat disembuhkan dengan perawatan yang tepat. Seorang dokter mengobati abses dengan membuka luka itu dan mengeringkan nanah. Setelah mengeringkan abses, dokter memastikan semua nanah telah dihilangkan dengan mencuci bagian tersebut dengan larutan garam steril. 

Kadang-kadang abses yang dikeringkan dikemas dengan kain kasa, yang dibuang 24 sampai 48 jam kemudian. Jika abses sudah benar-benar dikeringkan, antibiotik biasanya tidak diperlukan. Namun, jika infeksi telah menyebar atau jika abses ada pada bagian tengah wajah atau bagian atas wajah, antibiotik yang mematikan staphylococci, seperti dicloxacillin dan sefaleksin, tidak boleh digunakan karena berisiko tinggi, yaitu infeksi dapat menyebar ke otak. 

Hepar sulphuris dan Silica adalah obat homeopati untuk mengobati abses kulit. Menerapkan kompres hangat atau merendam dalam air hangat dapat membantu meringankan rasa sakit. 
Tujuan pengobatan adalah untuk mengobati infeksi. Dokter dapat memotong dan mengeringkan abses untuk membersihkan bagian itu dan mengendalikan infeksi. Antibiotik diberikan untuk mengendalikan infeksi. 

Panas (seperti kompres hangat) dapat mempercepat penyembuhan, mengurangi peradangan, dan membuat bagian yang terluka terasa lebih baik. Angkat bagian yang terkena untuk mengurangi pembengkakan dan peradangan. 

Setiap kali bisul terlihat, mulai perawatan di rumah. Pertama, berikan panas dengan bantuan heatpack dan rendaman air panas. Karena panas, sirkulasi darah pada bagian itu meningkat, dan lebih banyak sel darah putih dan antibodi yang dikirim ke bagian infeksi itu. Hal ini memungkinkan tubuh untuk memerangi infeksi lebih baik secara alami. Bila abses kulit kecil dan keras, tindakan membuka dan mengeringkan itu tidak akan berguna. Hanya, ketika bisul berbentuk kepala, maka harus disimpulkan bahwa waktunya tepat untuk mengeringkannya. Bisul kecil akan mengering dengan sendirinya. Untuk bisul yang lebih besar, konsultasikan pada praktisi kesehatan untuk memotongnya.

Mengenali dan menghindari zat-zat yang berpotensi menyebabkan iritasi, yang terutama dapat menyebabkan dermatitis kontak, bisa sangat membantu Anda untuk mengurangi iritasi kulit. Jika Anda mengalami demam atau penyakit jangka panjang, seperti kanker atau diabetes, atau mengkonsumsi obat yang menekan sistem kekebalan, Anda harus menghubungi dokter Anda jika terjadi bisul (abses).

Krim urea (Urea Cream) sering dianjurkan untuk merawat pilaris Keratosis. Namun, sebelum Anda menggunakan krim urea, pertimbangkan hal ini. Nitrogen, yang merupakan produk buangan metabolisme protein pada manusia, akan dipindahkan dari darah dan dikonversi menjadi urea. Urea dipindahkan ke urin dan dikeluarkan dari tubuh. Dalam dunia medis, urea digunakan dalam krim, seharusnya, untuk mengembalikan kelembaban. Ada alternatif yang lebih alami dan sehat untuk melembabkan kulit seperti minyak Vitamin E, minyak borage, dan banyak alternatif lain; jadi mengapa gunakan produk sampingan limbah beracun itu. 

PENCEGAHAN

Usahakan agar kulit di sekeliling luka kecil tetap bersih dan kering. Obati infeksi ringan secara tuntas. Waspada akan tanda-tanda terjadinya infeksi (demam, nyeri, kemerahan, pembengkakan).


Jumat, 06 April 2012

Apa itu Galau???


Apa Itu Galau siapa yang tau Apa Itu Galau? Pengertian galau sendiri itu apa? Sebenarnya galau sendiri sekarang sudah terkenal saat ini. Pengertian galau sendiri itu apa? Nah untuk lebih tau apa itu galau, lihat artikel di bawah ini. 

Galau itu, kesal terhadap sesuatu tapi gak ingin marah, merasa banyak pikiran tapi gak tau apa yang dipikirkan. Galau biasanya paling rentan melanda usia antara 14-18 tahun, dimana masa-masa ini adalah masa pubertas nya seseorang. Walaupun bukan hal mustahil galau dapat melanda usia dewasa juga.
Apakah galau termasuk sebuah penyakit? menurut saya sih tidak, galau biasanya terjadi pada orang-orang yang merasa kesepian, orang-orang yang sulit berbagi dengan orang lain. Disaat seseorang merasa sendiri dan mendapat sebuah masalah disaat itulah galau dengan mudahnya masuk melalui celah-celah yang ada di saraf pikiran (wah mulai ngaco nih). Menurut berbagai artikel yang saya saya baca galau malah lebih sering dilanda orang-orang jomblo seperti saya (bukan bagian dari promosi lho), apa itu benar?. Intinya sih sama saja, orang jomblo itu kan sendiri yang juga membutuhkan “teman” selain teman main sehari-hari.

Fenomenanya sampai ke Jejaring Social

Inti dari tulisan ini sebenarnya adalah pada bagian ini, sesuai dengan judulnya Galau Dan Social Media. Kebetulan saya termasuk orang yang sulit tidur, entah kenapa susah kalau mau tidur cepat mungkin benar bahwa Social Media Salah Satu Penyebab Insomnia. Tapi dengan insomnia inilah saya mendapatkan inspirasi untuk menulis ini. Oke kembali ke topik, setiap malam ada saja kata-kata galau memenuhi timeline saya di twitter atrau facebook. Orang-orang ini biasanya hanya menuliskan kata-kata seperti “Galau Yuk” atau “Lagi galau nih” dan sebagainya. Apakah orang-orang ini mengalami galau yang sebenarnya atau hanya mengikuti trend galau yang lagi mendunia? *wahaha*. Menurut saya seseorang yang mengalami galau itu bawaannya resah, emosinya melabil, pikirannya pusing. Secara logika masih sempatkah orang galau untuk update status atau tweet? Seakan kata galau ini telah menjadi kata khusus bagi mereka yang sekedar ingin meramaikan dunia social media.

Di dunia social media itu sendiri, orang-orang yang mengalami galau menyebut diri mereka adalah GALAUERS, whaatt..?? galau juga punya komunitas ternyata, mungkin mereka ini Galau berjamaah kali ya, atau sedang ada arisan Galau.

Intinya, GALAU itu bukan penyakit menular, bukan juga penyakit yang tidak bisa disembuhkan. Galau hanya kesendirian, maksudnya galau sering menimpa orang-orang yang mengalami kesendirian. Untuk menghindari itu maka carilah teman, berbagi kepada teman saat kita mengalamai masalah bukanlah merupakan dosa besar kok. Bahkan itu akan membantu kita menyelesaikan masalah yang kita hadapi.

Senin, 02 April 2012

Gilee Benerrrr 4

Aku dapat satu pelajaran. Ternyata, kita tidak dapat melawan takdir. Seperti apapun usaha yang kita lakukan, jika takdir Tuhan telah berkata ‘kau tetap seperti itu’, kita tak dapat memungkiri dan menghindarinya.
               
Seperti aku kini. Aku yang telah mundur dan berusaha untuk menghilangkan rasa ini pada ‘dia’. Tiga bulan adalah waktu yang cukup lama untuk aku belajar melupakan ‘dia’. Tapi hasilnya??? Aku masih tetap bertahan sampai detik ini aku mencintai dan mengharapkan ‘dia’. Sungguh tragis memang, disaat hatimu begitu sangat mencintai seseorang sepenuh hatimu, sudah ingin menerima apa adanya yang ada di dalam dirinya, sudah rela menyayanginya dan rela berdiri pada harapan semu yang sebenarnya itu sangat ‘BODOH’. Dan itu termasuk rasaku. Aku yang menggilai ‘dia’ kurang lebih satu setengah tahun tanpa aku ketahui, seperti apa aku dimata ‘dia’ dan dhati ‘dia’. Seperti apakah aku berperan di dalam kehidupan keseharian ‘dia’. Aku tak pernah tahu. Dan begitulah sungguh bodohnya aku yang masih bertahan berdiri tetap kukuh seperti ini. Mencintai ‘dia’.
                
Seiring waktu, rasa ini semakin kuat. Rasa ini terus mendorongku untuk dapat memiliki atau setidaknya sedikit menyentuh hati ‘dia’, bermain bersama hati indah yg dmiliki ‘dia’. Tapi tetap saja, aku tak tahu apa yang di fikirkan ‘dia’. Tentang aku. Seperti apa aku. dan layakkah aku di hati ‘dia’.
                
Namun setidaknya, ditengah rasa gejolak cintaku pada ‘dia’ , aku masih bisa akrab dengannya. Yah, layaknya teman sepermainan. Masih bsa bercengkrama dan tertawa di dekatnya. Aku bisa menatap ‘dia’ dari dekat dan puas, serasa tidak ada jarak untuk merasa canggung dan minder lagi diantara aku dan ‘dia’. Seperti layaknya cinta sesame teman. Susah senang bersama dan semuanya masih baik baik saja selama keakraban it uterus memeluk kisah antara aku dan ‘dia’. Hmm, dekat saja seperti sekarang ini aku sudah senang. Bagaimana nanti??? Mengkhayal terlalu jauh sepertinya.
                
‘Dia’. Yang ku cinta. Senang rasanya. Keakraban itu semakin tercipta dan serasa kesempatan untukku mencari sedikit celah masuk secara perlahan ke hati ‘dia’. Walaupun kecil kemungkinan, tapi aku tetap berusaha untuk menyatukan hatiku dengan ‘dia’. Tawa, senyum, senda gurau, kenakalan, usil, jahil, semua itu terasa indah saat aku berada di dekat ‘dia’. Dan aku baru tahu, bahwa di balik sikap dingin, cuek dan angkuh itu ada Seurat ‘kelemotan’ yang membuatku semakin mencintai ‘dia’. Hatiku semakin kuat untuk memilih ‘dia’. Aaarrggtt.!! Kemana hatiku yang dulu ingin melupakan ‘dia’…?? Sungguh sangat munafiknya aku yang hanya mengucapkan itu dan mengabaikannya begitu saja. Tapi hatiku??? Hatiku slalu berteriak ingin ‘dia’. Hanya ‘dia’. Bahkan suatu keanehan terjadi padaku. Setiap adzan berkumandang, hati ku slalu berkata, “bertahan”. Entah apa makna nya ini. Apa Tuhan ingin membuka hati ‘dia’?? memberiku kesempatan untuk bisa bersama ‘dia’?? atau apa?? Dan sejujurnya hatiku ini bahkan tak bisa terbuka untuk orang lain sedikitpun karena kunci hatiku di telan ‘dia’. Sebenarnya aku benci hal ini. Namun hatiku tetap ingin seperti ini. Bertahan. Mencintai ‘dia’. Gila !! gila !! gila !! karena ‘dia’ !!
                
Siapa sih ‘dia’?? apa istimewa ‘dia’?? apa bapaknya DUKUN??? ‘dia’ uda pelet  aku??? atau bapaknya DOKTER??? Yang ngasi aku obat cinta??? Atau bisa juga bapaknya PETANI??? Yang udah membajak hati ku ini??? Siapa ‘dia’?? aku ingin tahu ‘dia’…
                
Mungkin tanpa ‘dia’ sadari, aku slalu memperhatikkannya. Di rumah, tempat belajarnya, bahkan pada applikasi facebook juga aku tak mau ketinggalan. Karna aku menggilainya. Yang ku ingin pastikan hanyalah, seperti apa ‘dia’ pagi ini? Apa kabar ‘dia’? bagaimana hatinya? Senang? Sedih? Stress? Susah? Aku slalu pastikan itu.
                
Dan semakin ku tak memikirkan dan tak percaya, ‘dia’ mengenalkanku pada teman teman terbaiknya. Aku senang pastinya. Selain banyak teman, aku bisa tahu banyak seperti apa ‘dia’ dan bagaimana keseharian ‘dia’. Aku bisa tahu lebih dalam segala sesuatu tentang ‘dia’. Semakin ke sini, hubunganku pun semakin membaik. Tak terbatas. Tertawa bersama, lepas, ‘dia’ stress aku bisa merasakannya lewat sms sms yg di kirim ‘dia’, terasa lebih dekat. Berbeda dengan dulu, aku dan ‘dia’ canggung, berbahasa masih sebatas teman biasa, cuek, dingin, angkuh, ada rasa minder dan malu untuk bergelak tawa, ngobrol dengan ‘dia’. Yyahh, sesekali aku suka share sama ‘dia’. Tentang apapun. Dan memang kuakui, lebih nyaman share dengan ‘dia’.
                
Di tengah keindahan itu, kerikil kecil pun mulai melempariku. Seorang gadis berparas cantik mulai mendekati ‘dia’. Hmm, cemburu!!. Yayaya, setegar apapun aku, sekuat apapun cintaku pada ‘dia’ tentu saja aku cemburu, kesal dan marah!! Seandainya tak ada hukum, mungkin wajah gadis itu sudah ku jadikan cucian. Ku kucek kucek wajah gadis itu. Tapi, kembali ku ingat posisiku. Tak ada ikatan cintayg resmi antara aku dan ‘dia’. Untuk apa aku serang gadis itu? Hak ku saja tak ada. Dan si ‘dia’ juga tenang tenang saja bercengkerama dengan gadis itu. Akhirnya, aku diam saja. Terus menahan rasa sakit hati dan sedih yang mendalam. Kesal!! Kesal !! kesal!! Arrggtt!!
                
Teringat suatu moment disaat aku sedang bersama ‘dia’ disampingku, berbicara denganku. Bercanda denganku. Ditengah canda itu, gadis itu datang dan langsung duduk di sampingnya. Mereka tertawa bersama. Tanpa menoleh aku yang ada disini!! Dicuekin!! Nyakiiit!! ‘dia’ ask dengan gadis itu dan tak pernah menengok atau sekedar menyapa ngobrol kecil denganku. Aarrggt!! Aku ngedumel dalam hati. “semua cowo sama ajah..!! liat yg bening-bening suka!!” umpatku dalam hati.
                
Dan sampai akhirnya gadis itu pergi, ‘dia’ diam sejenak merogoh saku celananya, lalu memandangku sejenak, entah apa yang terlihat dimata ‘dia’ sore itu. Wajahku yang sudah kusut. Terdiam ‘dia’ dan tak ada basa basi sedikitpun, terdengar dia berkata, “Pulang yuk..”
                
“what??? Punya perasaan gak sih? 2 jam kamu cuekin aku dan tanpa basa basi diajakin pulang??? Hatimu dmana???” aku hanya bisa marah marah dalam hati sambil menatap betapa angkuhnya ‘dia’. Yang ku sanggup keluarkan hanya kata, “Iya…yuk pulang.”
                
Sepanjang jalan aku hanya diam. Bungkam. Tak berbicara apa-apa. ‘dia’ mengajakku ngobrol sepanjang jalan, namun tanggapanku hanya Iya dan Nggak. Sakit hati. Sebel.  Dan hujan pun turun. Lumayan deras. ‘dia’ mengajakku berteduh di bawah pohon beringin. Hanya kami berdua. Tak ada yang berteduh lagi di sini. Dan entah seperti apa isi hatiku, sedih hatiku mengingat kejadian tadi, airmataku tiba tiba saja terjatuh. Aku menangis.

                “nangis?” ‘dia’ menatapku
                “nggak.”
                “laper?”
                “nggak.”
                “aku punya salah ya???”
                “I…..Nggak.”
                
Yahh..kok malah kata nggak sih?? Kenapa aku gak bilang iya aja. Ya sudah, biar ‘dia’ nyadar sendiri. Sakit hati ini. Dan betapa munafiknya aku.
                
Huft. Hujan reda. ‘dia’ mengantarku pulang kerumah, dan sesampai di depan gerbang rumahku, ‘dia’ tersenyum padaku. Aku turun dari motornya dan kuberkata “makasii ya udah nganter pulang….pulang dah”
                
‘dia’ bengong. Entah didalam fikirannya apa.