Rabu, 18 April 2012

Antihipertensi



Hipertensi adalah suatu keadaan medis di mana terjadi peningkatan tekanan darah melebihi normal. Di seluruh dunia hipertensi telah menjadi suatu penyakit yang  dihubungkan dengan angka morbiditas, mortalitas serta biaya (cost) yang tinggi di masyarakat. Hipertensi juga merupakan faktor risiko penting, yang dapat dimodifikasi, untuk penyakit jantung koroner, stroke, gagal jantung kongestif, gagal ginjal dan penyakit arteri periferal.2.1 Antihipertensi

Antihipertensi adalah obat  –  obatan yang digunakan untuk mengobati hipertensi.

Antihipertensi juga diberikan pada individu yang memiliki resiko tinggi untuk terjadinya penyakit kardiovaskular dan  mereka yang beresiko terkena stroke maupun miokard infark. Pemberian obat bukan berarti menjauhkan individu dari modifikasi gaya hidup yang sehat seperti mengurangi berat badan, mengurangi konsumsi garam dan alkohol, berhenti merokok, mengurangi stress dan berolahraga.
Pemberian obat perlu dilakukan segera pada pasien dengan tekanan darah sistolik ≥ 140/90 mmHg Pasien dengan kondisi stroke atau miokard infark ataupun ditemukan bukti  adanya kerusakan organ tubuh yang parah  (seperti mikroalbuminuria, hipertrofi ventrikel kiri) juga membutuhkan penanganan segera dengan antihipertensi.

Tujuan

Pada dasarnya pengobatan dengan antihipertensi itu penting agar pasien dapat mencapai tekanan darah yang dianjurkan. Level tekanan darah yang diharapkan pada pasien  hipertensi yang tidak disertai komplikasi adalah 140/90 mmHg atau lebih rendah bila memungkinkan, sedangkan pada  pasien  mengalami insiden kerusakan organ akhir atau kondisi seperti diabetes, level  tekanan darah  yang diharapkan adalah 130/90 mmHg, dan pada pasien proteinuria (>1 g / hari)  diharapkan tekanan darah di bawah 150/75 mmHg.

Adapun tujuan pemberian antihipertensi yakni :

1. Mengurangi insiden gagal jantung dan mencegah manifestasi yang muncul akibat gagal jantung.
2. Mencegah hipertensi yang akan tumbuh menjadi komplikasi yang lebih parah dan mencegah komplikasi yang lebih parah lagi bila sudah ada.
3. Mengurangi insiden serangan serebrovaskular dan akutnya pada pasien yang sudah terkena serangan serebrovaskular.
4. Mengurangi mortalitas fetal dan perinatal yang diasosiasikan dengan hipertensi maternal.

Klasifikasi

Dikenal lima kelompok obat lini pertama (first line drug) yang digunakan untuk pengobatan awal hipertensi yaitu : diuretik, penyekat reseptor beta adrenergik (β-blocker), penghambat  angiotensin converting enzyme (ACE-inhibitor), penghambat reseptor angiotensin (Angiotensin-receptor blocker, ARB), dan antagonis kalsium.

Diuretik

Mekanisme kerja : Diuretik menurunkan tekanan darah dengan menghancurkan garam yang tersimpan di alam tubuh. Pengaruhnya ada dua tahap yaitu : (1)  Pengurangan dari volume darah total dan curah jantung; yang menyebabkan meningkatnya resistensi pembuluh darah perifer; (2) Ketika curah jantung kembali ke ambang normal, resistensi pembuluh darah perifer juga berkurang.
Contoh antihipertensi dari golongan ini adalah Bumetanide, Furosemide, Hydrochlorothiazide, Triamterene, Amiloride, Chlorothiazide, Chlorthaldion.

Penyekat Reseptor Beta Adrenergik (β-Blocker)

Berbagai mekanisme penurunan tekanan darah akibat pemberian  β-blockerdapat dikaitkan dengan hambatan reseptor β1, antara lain : (1) penurunan frekuensi denyut jantung dan kontraktilitas miokard sehingga menurunkan curah jantung; (2) hambatan sekresi renin di sel jukstaglomeruler ginjal dengan akibat penurunan Angiotensin II; (3) efek sentral yang mempengaruhi aktivitas saraf simpatis, perubahan pada sensitivitas baroresptor, perubahan neuron adrenergik perifer dan peningkatan biosentesis prostasiklin.
Contoh antihipertensi dari golongan ini adalah Propanolol, Metoprolol, Atenolol, Betaxolol, Bisoprolol, Pindo lol, Acebutolol, Penbutolol, Labetalol.

Penghambat Angiotensin Converting Enzyme (ACE-Inhibitor)

Mekanisme kerja : secara langsung menghambat pembentukan  Angiotensin II dan pada saat yang bersamaan meningkatkan jumlah bradikinin. Hasilnya berupa vasokonstriksi yang berkurang, berkurangnya natrium dan retensi air, dan meningkatkan vasodilatasi (melaluibradikinin).
Contoh antihipertensi dari golongan ini adalah Kaptopril, Enalapril, Benazepril, Fosinopril, Moexipril, Quianapril,  Lisinopril.

Penghambat Reseptor Angiotensin

Mekanisme kerja : inhibitor kompetitif dari resptor  Angiotensin II (tipe 1). Pengaruhnya lebih spesifik pada  Angiotensin II dan mengurangi atau sama sekali tidak ada produksi ataupun metabolisme bradikinin.
Contoh antihipertensi dari golongan ini adalah Losartan, Valsartan, Candesartan, Irbesartan, Telmisartan, Eprosartan, Zolosartan.

Antagonis Kalsium

Mekanisme kerja : antagonis kalsium menghambat influks kalsium pada sel otot polos pembuluh darah dan miokard. Di pembuluh darah, antagonis kalsium terutama menimbulkan relaksasi arteriol, sedangkan vena kurang dipengaruhi. Penurunan resistensi perifer ini sering diikuti efek takikardia dan vasokonstriksi, terutama bila menggunakan golongan obat dihidropirin (Nifedipine). Sedangkan Diltiazem dan Veparamil tidak menimbulkan takikardia karena efek kronotropik negatif langsung pada jantung.
Contoh antihipertensi dari golongan ini adalah Amlodipine, Diltiazem, Verapamil, Nifedipine.

Vasodilator (hidralazin, minoksidil, diazoksid)

Hidralazin bekerja langsung merelaksasi otot polos arteriol melalui mekanisme yang belum diketahui. Obat ini biasanya digunakan sebagai obat kedua atau ketiga setelah diuretik dan β-blocker. Efek samping yang timbul antara lain sakit kepala, mual, hipotensi, takikardia, dll. Obat ini dikontraindikasikan pada pasien penyakit jantung koroner dan tidak dianjurkan pada pasien usia di atas 40 tahun.

Minoksidil bekerja dengan membuka kanal kalium ATP-dependent dengan akibat terjadinya efluks kalium dan hiperpolarisasi membran yang diikuti oleh relaksasi otot polos pembuluh darah dan vasodilatasi. Efek samping yang timbul antara lain retensi cairan dan garam, refleks simpatis, hipertrikosis, hiperglikemia dll. Minoksidil harus diberikan bersama dengan diuretik dan penghambat adrenergik (biasanya  β-blocker) untuk mencegah retensi cairan dan mengontrol refleks simpatis.

Diazoksid merupakan derivat benzotiazid namun tidak memiliki efek diuresis. Obat ini bekerja dengan mekanisme mirip minoksidil. Diazoksid diberikan untuk mengatasi hipertensi darurat, hipertensi maligna, hipertensi ensefalopati, dan hipertensi berat pada glomerulus ak dan kronik. Efek samping yang ditimbulkan atntara lain retensi cairan dan hiperglikemia.

Adrenolitik sentral (metildopa dan klonidin)

Metildopa merupakan prodrug dalam susunan saraf pusat yang menggantikan kedudukan dopa dalam sintesis katekolamin dengan hasil akhir α-metilnorepinefrin. Efek yang ditimbulkan antara lain mengurangi sinyal simpatis ke perifer sehingga menurunkan resistensi vaskular tanpa banyak mempengaruhi frekuensi dan curah jantung. Obat ini efektif bila dikombinasikan dengan diuretik, dan merupakan pilihan utama untuk pengobatan hipertensi pada ibu hamil karena terbukti aman bagi janin. Efek samping yang sering adalah sedasi, hipotensi postural, pusing, mulut kering, sakit kepala, depresi, dll.

Klonidin bekerja pada reseptor α-2 di susunan saraf pusat dengan efek penurunan simpathetic outflowdan menurunkan resistensi perifer dan curah jantung. Obat ini digunakan sebagai obat kedua atau ketiga jika penurunan tekanan darah dengan diuretik belum optimal. Efek samping yang sering timbul antara lain mulut kering, sedasi, dll.

Jumat, 13 April 2012

Anoreksia Nervosa



Anoreksia atau lengkapnya disebut anoreksia nervosa merupakan suatu gangguan yang berpotensi mengancam nyawa akibat kelaparan dan penurunan berat badan yang drastis. Diagnosa ditegakan jika seseorang kehilangan sedikitnya 15% dari berat badan normal atau idealnya. Penurunan berat badan yang ekstrem pada penderita anoreksia sangat berbahaya bagi kesehatan dan bahkan dapat mematikan.

Istilah anoreksia secara harafiah artinya kehilangan nafsu makan. Definisi ini sedikit salah kaprah sebab penderita anoreksia sebenarnya merasakan lapar namun menolak untuk makan. Penderita anoreksia sangat takut gemuk bahkan mereka tetap melihat dirinya gemuk padahal sudah sangat kurus. Mereka akan menolak makan dan melakukan olah raga yang berlebihan  untuk menurunkan berat badan.

Siapa saja yang dapat mengalami anoreksia?

Gangguan makan seperti anoreksia umumnya dialami oleh wanita terutama mereka yang berprofesi sebagai aktor, model, penari dan atlet. Mereka umumnya takut kelihatan gemuk akibat tuntutan profesi yang lebih mementingkan penampilan tubuh.

Penderita anoreksia tampak sangat berprestasi baik di sekolah, olah raga, pekerjaan dan aktivitas lainnya. Mereka terlihat perfeksionis dengan obsesif, cemas atau gejala depresif. Anoreksia dimulai pada masa pubertas dan dapat muncul kapan saja.

Apa sih penyebab anoreksia?

Penyebab pasti anoreksia masih belum diketahui namun diduga akibat kombinasi antara karakter pribadi, emosi, dan pola pikir. Faktor biologi dan lingkungan juga berperanan penting atas terjadinya anoreksia.

Penderita anoreksia sering menggunakan makan dan makanan sebagai cara untuk “melarikan diri” dari tekanan atau stress yang mereka rasakan. Perasaan rendah diri, cemas, marah, selalu kekurangan, kesepian juga memberikan kontribusi terhadap terjadinya anoreksia. Mereka yang mengalami masalah makan umumnya pernah mengalami sejarah buruk dalam hubungan pertemanan atau percintaan yaitu pernah dicampakan akibat kegemukan. Tekanan dari teman teman dan lingkungan sekitar yang tampak langsing dan cantik secara fisik ikut memancing seseorang mengalami anoreksia.

Gangguan makan juga disebabkan oleh masalah fisik. Perubahan hormonal yang mengendalikan masalah mood, selera makan, pikiran dan memori diduga berperanan atas terjadinya gangguan makan. Penderita anoreksia sering berasal dari keluarga yang salah satu anggotanya juga menderita anoreksia sehingga faktor genetik juga berperanan.

Apa saja sih gejala anoreksia? Gejala anoreksia antara lain:

·         Penurunan berat badan yang sangat cepat dalam beberapa minggu atau bulan.
·         Terus terusan membatasi makan/diet meskipun sudah kurus.
·   Memiliki ketertarikan yang di luar kebiasaan terhadap suatu makanan, kalori, nutrisi atau memasak.
·         Sangat ketakutan bila berat badan meningkat.
·         Mempunyai kebiasaan makan yang aneh bahkan cenderung rahasia.
·         Takut gemuk meski sudah sangat kurus.
·         Tidak mampu menilai secara realistis terhadap berat badan seseorang.
·         Ingin selalu tampak sempurna dan suka mengkritik diri sendiri.
·         Kepercayaan diri sangat dipengaruhi oleh berat badan dan bentuk tubuh.
·         Depresi, cemas dan mudah marah.
·         Siklus haid yang tidak teratur dan bahkan tidak haid pada wanita.
·         Menggunakan obat diuresis, laksatif dan pil diet.
·         Sering sakit.
·         Menggunakan pakaian yang longgar untuk menutupi badan yang kurus.
·         Berolah raga yang berlebihan.
·         Merasa tidak berguna dan tidak ada harapan.
·         Putus asa.
·         Gangguan fisik seperti tidak kuat pada cuaca dingin, anemia, dan lain lain.

Bila tidak segera diatasi, anoreksia dapat menyebabkan:

·         Kerusakan organ khususnya jantung, otak dan ginjal.
·         Penurunan tekanan darah, nadi dan frekuensi nafas.
·         Rambut rontok.
·         Detak jantung yang tidak teratur.
·         Osteoporosis.
·         Gangguan keseimbangan cairan dan elektrolit tubuh.
·         Kematian akibat kelaparan atau bunuh diri.

Bagaimana mendiagnosa anoreksia?

Mengindentifikasi anoreksia memerlukan tantangan tersendiri. Kerahasiaan, perasaan malu dan menolak dikatakan menderita kelainan adalah tantangan tersebut. Hal ini menyebabkan anoreksia sulit dideteksi dan baru diketahui setelah jangka waktu lama.

Begitu gejala tampak, dokter akan melakukan serangkaian pemeriksaan fisik maupun penunjang untuk menegakan diagnosa anoreksia. Meskipun pemeriksaan laboratorium khusus untuk anoreksia tidak perlu tapi dokter tetap melakukan beberapa tes untuk memeriksa kemungkinan gangguan fisik yang telah terjadi akibat anoreksia.

Jika tidak ditemukan penyakit fisik, dokter akan menyarankan penderita anoreksia untuk ke psikiatri untuk mengatasi masalah mental yang terjadi.

Bagaimana mengobati anoreksia?

Perawatan kegawat daruratan pada anoreksia diperlukan jika terdapat kondisi dehidrasi berat, malnutrisi, gagal ginjal dan detak jantung tidak teratur yang mengancam nyawa.
Gawat atau tidak, pengobatan anoreksia memerlukan tantangan akibat penderita menolak dianggap memiliki masalah. Seperti gangguan makan yang lain, anoreksia memerlukan penanganan yang komprehensif untuk mengetahui kebutuhan tiap tiap pasien.

Tujuan pengobatan adalah mengembalikan berat badan ke posisi sehat, mengatasi masalah emosional, memperbaiki pola pikir dan menjaga agar perubahan tersebut berlangsung terus menerus. Pengobatan sering mengkombinasikan antara psikoterapi dan obat obatan.

Apakah anoreksia bisa dicegah?

Meskipun sangat sulit mencegah semua kasus anoreksia tetapi pengobatan dini begitu gejala muncul sangat membantu penderita jatuh ke kondisi yang lebih parah. Pendidikan secara dini tentang kebiasaan hidup sehat dan pandangan positif terhadap makanan serta penampilan juga sangat membantu mencegah keadaan yang lebih parah dari gangguan makan.a

How to Positive Thingking versi Vya


pia pia pengen share lagi ^^
yahh mungkin bukan 'something' yg istimewa..
tapi setidaknya pengen bagi bagi laghh :D

bismillah..
lets begin ^^

Berfikiran positiv tu penting banget deh buat hidup. Dengan mikir positiv, ada motivasi buat lebih semangat ngehadapin hidup yang berat ini. Tapi, yg namanya hidup itu, pasti ada godaan nya yah. Namanya godaan nggak ada yang 'positif'. Pasti negatif !!. Bener banget !! 
Pia pia emang akui deh kalo ngebuang fikiran negatif tu susah banget. Tapi, apa salah nya sih nyoba gimana cara buat berfikiran positif??? 
Daripada mikir negatif trus??? it just disturb ure self :)

pia pia punya cara cara sendiri nih buat ngilangin rasa negatif thinking tuh..cekidooott yah :)

1. Tekadkan dalem hatimu, kalo kamu bisa dan ada Tuhan yang selalu akan bantu kamu !!

2. Sewaktu kamu merasa curiga sama seseorang, carilah 1001 macem alasan yang positif sampe fikiran negatif tu hilang.

3. Ingat ya kawan !! seburuk buruk suatu keadaan yang dateng hampirin kamu, jangan terkurung pada fikiran yang negatif !! cobalah buat cari posisi positif atau hikmah dari keadaan itu.

4. Kalo mau ngelakuin sesuatu, jangan berfikir KEGAGALAN. Berfikirlah KEBERHASILAN. Karena berfikir gagal sebelum perang justru akan menjatuhkan semangatmu dan fikiran negatif akan terus terbayang dalam otakmu.

5. Kalo bisa nih, coba cari temen ato ajak bergaul orang orang yang punya fikiran positif. Karena fikiran positif itu, sama kayak penyakit flu, MENULAR. Sehingga kamu bisa ikutan berfikir sama seperti dia. Berfikir  optimis, positif dan dewasa.

6. Belajarlah untuk TIDAK berfikir dengan 'memandang sebelah mata' suatu keadaan. Lihatlah keadaan itu, dari segala sisi dan segala aspek kehidupan. Karena memandang sebelah mata keadaan itu cenderung mendatangkan fikiran negatif.

7. Berusahalah mengendalikan emosi. Ketika emosi meledak, fikiran nggak tenang, wuiih fikiran negatif langsung nyerang deh. 

8. Selalu menjalankan segala keadaan dengan optimis. Hindari sikap Pesimis.

9. Kurangi sifat suka mengeluh. Karna mengeluh justru bakal semakin memacu berfikir negatif.

10. Dan yang paling penting dari semuanya, banyak banyak lah mensyukuri segala sesuatu nya.

Berfikiran positif itu penting loh. Yukk !! hilangin kebiasaan berfikiran negatif dan mengikuti emosi yg menciptakan fikiran fikiran gila yang 'sesaat'.

kesimpulan dari pia pia :
Berfikiran positif itu awal dari kebahagiaan dan kesuksesan. Karena kegagalan datang dipicu dengan adanya "negatif thinking" :D

Moga bermanfaat yah en bisa jadi acuan buat jadi orang yang lebih baek dari yang sebelumnya.